Maaf, Tuan dan Puan. Anda semua tertipu.
Tak usah sibuk warnai aku, tak usah lelah coba mencetakku.
Segala tak ada guna.
Bahkan semua ujimu tak satupun mendefinisikan aku.
Jadi, biarkan saja aku nihil.
Toh segenap dayaku tak berarti.
Segala peluhku tak sebanding dengan keluhmu.
Jika aku tak layak untuk kasihmu, ya jangan paksakan. :)
Jangan berpikir aku suka menuntut yang bukan jadi hakku.
Keadilan itu bukan di tanganmu. Bagiankupun bukanlah mengemis untuk itu.
Ini bukanlah untukmu. Nilaiku jauh lebih luas.
Sayang hatiku kurang lapang.
Tuan dan Puan, kepalaku tak akan tertunduk.
Maaf, Tuan dan Puan. Anda semua tertipu.
Senyum simpul yang tak pernah palsu.
Tunduk hormat bukanlah semu.
Ini bukanlah untukmu. Nilaiku jauh lebih luas.
Jika memang bukanlah bagianku, maka ikhlaskan untuk kulepas.
Salahku dimana jika kau merasa diejek oleh kebahagiaanku?
Bahagia adalah yang kupilih. Ya, aku memilihnya. Kenapa tidak kau ambil pilihan yang sama?
Derita tak perlu mengajak kawan.
Sila bernyanyi, bahkan dalam nada yang paling sendu.
Tak usah repot menuntutku mengerti.
Toh kau tidak bisa menyelipkan kata "saling".
Biar kita hilang dalam lagu.
Mungkin sekali kita bisa berada dalam satu suara.
Kalaupun tidak, sungguh, biarkan aku menghilang...