Rabu, 29 Juni 2011

Bersyukur di Atas Penderitaan Orang Lain

Bahagia di atas penderitaan orang lain tuh katanya dosa ya?
Kalo bersyukur di atas penderitaan orang lain gimana?

Sumpah...

Akhir-akhir ini gue mempertanyakan hal ini.

Terkadang kita mendengar berbagai cerita sedih yang membuat kita jadi berpikir, "Thank God, kejadian itu nggak menimpa gue."
Gue nggak menganggap itu sesuatu yang salah. Tapi apa yaaa...? Nggak tahu. Layak nggak sih kita mengucapkan ucapan syukur setelah melihat orang lain ketimpa musibah atau kurang beruntung dan kita masih baik-baik saja?

Bagi gue, ini menyedihkan dan kurang pantas.
Gue membayangkan, andaikan suatu hari gue mengalami kecelakaan dan tangan gue diamputasi (Tuhan, jangan sampai kejadian beneran, please...) terus gue dengar ada orang yang bicara "Syukur, anggota tubuh gue masih lengkap."
Kalau gue adalah seorang pemarah, gue pasti udah ngamuk habis-habisan.
Kalau gue adalah orang yang rendah diri, gue mungkin bakal nangis dan mempertanyakan kenapa gue yang harus 'dihukum' seperti ini.
Yaaah, apapun itu, berada di posisi 'seandainya gue...' ini memang nggak enak kok...

Hal seperti ini bahkan sering gue lakukan.
Melihat tunawisma, gue bersyukur masih punya tempat untuk tinggal.
Melihat bencana alam nun jauh di sana, gue bersyukur kejadian itu tidak menimpa gue.

Kenapa setiap rasa syukur itu baru terucap setelah gue melihat sesuatu yang tidak lebih baik dari apa yang gue miliki?
Kenapa setiap rasa syukur itu jarang sekali datang dari hati nurani gue, ketika gue benar-benar diberkati? Padahal setiap hari banyak berkat yang melimpah di kehidupan gue.
Kenapa harus ada komparasi, dan ketika kita berada 'di atas', baru mengucap syukur...?
How jerk we are... :'(

Apakah kita, sebagai seorang manusia, terlalu banyak menuntut? Sehingga, ketika kita melihat orang lain yang tidak seberuntung kita, barulah kita ingat untuk bersyukur.
Apakah kita terlalu fokus pada hal-hal yang besar, sehingga mengabaikan berkat yang sebenarnya terus menerus melimpah. Matahari, oksigen??? Emangnya itu bukan berkat?

Kesadaran ini menyakitkan gue. Ternyata selama ini gue bersyukur di atas penderitaan orang lain.

Gue mencoba mengingat kembali, kapan saat-saat dimana gue benar-benar bersyukur. Bersyukur yang dimana gue benar-benar menghargai apa yang gue miliki, bukan bersyukur karena ternyata milik gue 'lebih banyak' dari orang lain.
Bersyukur karena gue memang ingin bersyukur, bukan bersyukur karena gue habis 'ditegur' kalau gue adalah orang yang beruntung.

Mungkin bisa gue mulai dari sekarang.

Menghitung berkat. Apa yang Tuhan sudah berikan untuk gue.
Jadi ketika orang lain menderita, gue selalu tahu, yang harus gue lakukan bukanlah bersyukur karena gue masih beruntung, tapi berempati dan melakukan apapun yang bisa gue lakukan untuk membantu mereka.
Dan melalui cara ini, kasih Tuhan bisa menjadi nyata dalam hidup gue.
Guepun nggak perlu mempertanyakan: bersyukur di atas penderitaan orang lain, dosa atau nggak?

0 komentar:

Posting Komentar