Sibuk dengan hariku....
Sibuk dengan hal-hal kecil...
Sampai melupakan kamu yang sudah menjadi bagian hidupku.
(atau akan lebih tepat untuk mengganti kata "sudah" menjadi "pernah"?)
Aku sayang padamu.
Sayangnya, kerap kali aku lupa menyatakannya dengan tulus.
Sehingga kita harus kehilangan momen kita, saat dalam diam hanya saling menatap mata, tanpa kata, namun terasa nyata.
Aku harap kamu tidak lupa pada ratusan lagu yang telah kita nyanyikan bersama.
Aku harap kamu tidak lupa pada untaian kenangan sekalipun semua tampak berdebu.
Marahkah kamu jika aku terlalu banyak berharap padamu?
Aku letih. Aku sudah hampir menyerah. Pasrah pada hidup, kemana ia akan menyeretku.
Saat-saat itulah kamu muncul. Di tempat yang tak terduga. Di saat pikiranku sibuk dengan hal-hal lain.
Mata bertemu mata. Hanya butuh tarik bibir sederhana yang membentuk senyum dan sekejap saja suka duka yang kualami saat bersama dengan kamu menyeruak, menyesak, meluluhlantakkan hingga aku tidak berdaya.
Lucu cara Tuhan untuk menegur aku.
Berapa banyak yang aku lewatkan, Sayang?
Tiba-tiba aku sadar...
Satu ruang kosong, besar, berdebu di hati... Seharusnya jadi tempat yang nyaman bagimu untuk singgah.
Ruang itu dipenuhi oleh gelembung-gelembung rindu yang kemudian menyatu menjadi sebuah gelembung besar, memenuhi ruangan.
Aku tidak pernah menyadari ruang kosong itu. Gelembung itu memenuhinya.
Aku pikir aku utuh.
Sampai gelembung rindu itu pecah. Aku menyesak.
Tiba-tiba semuanya hampa, tiba-tiba semua yang kulakukan seolah tak berarti.
Seolah satu-satunya hal yang penting adalah memelukmu dan membiarkan kamu mengisi kekosongan hati.
Berapa lama waktu yang telah kusia-siakan dan membiarkan kamu pergi, Sayang?
Aku ingin kembali padamu.
Sibuk mencintai kamu. Apalagi yang lebih penting?
Lalu pada saat senja datang,
kita akan duduk di sebuah kursi yang menghadap jendela...
menatap matahari yang mengalah pada bulan...
atau...
aku akan membaca novel romansa dan kamu memetikkan senar gitarmu.
kita tidak akan jengah dengan cinta satu sama lain.
merasa nyaman tanpa harus saling membuai.
merasa aman tanpa harus saling memerhatikan.
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah melegakan dahaga rindu.
Kamu hanya harus berada dalam pelukanku.
Mmm, bisa kita lakukan sekarang? :)
0 komentar:
Posting Komentar